Pj Wali Kota Bekasi Buka Musrenbang Kecamatan Rawa Lumbu, Ingatkan Jangan Salah Perencanaan

Daerah, Headline375 Dilihat

Foto :Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Rawalumbu

Kota Bekasi, beritajejakfakta.id -Pemerintah Kota Bekasi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Rawalumbu Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2025, Rabu, (31/12024) di Gedung Graha Sintesa, Kelurahan Bojong Rawalumbu Kecamatan Rawalumbu.

Hadir dalam kesempatan tersebut dan membuka kegiatan Pj Wali Kota Bekasi, R Gani Muhamad, didampingi Anggota DPRD Kota Bekasi Dapil III Kota Bekasi, H Solihin, Kepala Bappelitbanda Dinar Faizal, Kepala Dinas Kesehatan Tanti Rohilawati, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan, H Ahmad Yani, unsur TNI-Polri.

Hadir pula peserta dari FKRW, LPM, BKM, Karang Taruna, PKK serta elemen masyarakat lainnya se-Kecamatan Rawalumbu.

Pj Walikota Bekasi, R.Gani Muhamad mengatakan Camat Rawalumbu harus melakukan pendataan apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat Rawalumbu dan tentukan solusinya sehingga bisa menyelesaikan masalah.

“Dari pertemuan ini arah pembangunan kebijakan kecamatan direncanakan, jangan sampai merencanakan yang salah. Pada saat membuat perencanaan yang salah, (sama saja-red) merencanakan kegagalan,” ucap R Gani Muhamad mengingatkan.

“Ini harus menjadi perhatian kita. Melalui forum bisa dilakukan Perencanaan bisa mengurai simpul banjir, maupun meminimalisir resiko banjir. Isu nanti di forum tolong bisa memotret permasalahan Rawalumbu, tinggal bagaimana memprioritaskan jangka pendek menengah panjang disesuaikan kemampuan keuangan Pemda,” ucapnya.

Camat Rawalumbu, Nia Aminah menuturkan kegiatan Musrenbang merupakan pendekatan partisipatif melibatkan masyarakat dalam pembangunan.

Pendekatan partisipatif salah satu dari lima pendekatan dalam perencanaan pembangunan selain pendekatan politik, teknokratik, top down dan buttom up.

Adapun tema Musrenbang RKPD 2025 Kota Bekasi yakni Penguatan Kualitas Manusia melalui Pembangunan Pendidikan, Kesehatan dan Ketahanan Keluarga yang Inklusif dan Merata.

Ia kemudian menjelaskan peserta Musrenbang yang hadir terdiri dari tim kecamatan, seluruh lurah, delegasi kelurahan dan pimpinan dapil, perwakilan Bappelitbangda, perangkat daerah, tokoh masyarakat, keterwakilan perempuan dan kelompok masyarakat rentan termarjinalkan atau penyandang disabilitas, lansia dan (Peka) perempuan kepala keluarga dan pemangku kepentingan lainnya skala kecamatan.

Musrenbang tahapan pembangunan dengan proses penjaringan aspirasi melakukan forum komunikasi. Tujuannya untuk menyepakati masalah dan kebutuhan di wilayah. Melakukan klarifikasi, validasi dan kesepakatan terhadap usulan masyarakat RW hasil forum komunikasi Musrenbang kecamatan.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Rawalumbu khususnya dan Kota Bekasi,” ucapnya.

Komentar