oleh

Chairoman J Putro: Tantangan Pembangunan Infrastruktur Kota Bekasi yang Moderen, Sustainable dan Global

Kota Bekasi, beritajejakfakta.id– Chairoman J Putro anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS menyoroti tantangan besar Kota Bekasi dalam mewujudkan Kota Bekasi yang memiliki konsep pembangunan infrastruktur yang moderen, sustainable (berkesinambungan) dan bersifat global.

Chairoman yang saat ini duduk di Komisi 2 DPRD Kota Bekasi konsep tersebut merupakan tantangan terbesar saat ini apalagi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berakhir tahun 2023 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) berakhir di tahun 2025.

Untuk itu kata politikus dari PKS ini, siapa pun nanti pemimpin daerahnya harus mampu membuat dan mewujudkan sebuah konsep pembangunan infrastruktur yang moderen, sustainable dan bersifat global.

Terlebih menurut Chairoman yang akrab disapa Bang Choi, letak Kota Bekasi yang sangat strategis dari Jakarta dan pintu gerbang Jawa Barat merupakan potensi besar dalam membangun Kota Bekasi yang memiliki infrastruktur yang mengikuti zaman dengan mengoptimalkan ilmu teknologi yang ramah lingkungan, ramah anak dan ramah pemuda serta berkesinambungan.

“Dan terintegrasi dengan sektor bisnis, sektor ekonomi kreatif serta senantiasa menjaga kearifan budaya lokal dengan nilai estetikanya”, ungkap Chairoman, Kamis (28/7/2022).

Selain itu, pembangunan infrastruktur diharapkan tetap mempertahankan keunikan Kota Bekasi sebagai Kota Patriot yang berbudaya dan religius, jelas Bang Choi.

Namun begitu dalam refleksi 77 Tahun HUT RI untuk pembangunan infrastruktur Kota Bekasi sampai saat ini, pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur belum dilaksanakan secara maksimal baik sarana transportasi, penanganan banjir dan pengelolaan sampah yang perlu dipersiapkan dengan menggunakan teknologi moderen yang tepat.

“Ke depannya Kota Bekasi mampu memiliki RPJM 2023 – 2028 dan RPJP 2025 – 2045 yang salah satu pointnya pengelolaan infrastruktur yang moderen, sustainable dan global,” terangnya.

Namun begitu perlu juga kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Pemerintah Kota Bekasi yaitu Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mampu mewujudkan konsep tersebut dengan kemampuan yang mumpuni.

“Dua puluh tahun ke depan eranya generasi muda yang smart dan memiliki kapasitas yang mampu mewujudkan kualitas pembangunan dalam konsep smart city,” beber Bang Choi.(SF/Adikarya Parlemen)

Komentar