Toko Miras di Tamsel Ditutup, Miras Bikin Hilang Akal Sehat dan Pemicu Tindak Kriminal

Daerah, Headline603 Dilihat

Foto : Aksi protes di depan sebuah toko penjual minuman keras (miras) di Taman Underpass Desa Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi

Kab Bekasi, beritajejakfakta.id -Puluhan ibu rumah tangga alias emak – emak turun gunung tolak maraknya toko miras buka di wilayah Tambun Selatan.

Aksi protes di depan sebuah toko penjual minuman keras (miras) di Taman Underpass Desa Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Sabtu malam (6/1/2024).

Penolakan terhadap maraknya peredaran miras di wilayah tempat tinggal mereka.

Para warga merasa geram dengan tingginya aktivitas muda-mudi hingga larut malam, terutama di sekitar toko penjual miras yang notabene berdekatan dengan fasilitas rumah ibadah.

“Aksi ini karena ingin amar maruf nahi munkar. Sangat tidak bisa dibiarkan toko miras berdampingan dengan Musala Al Wahyu dan berdekatan dengan Masjid Jami Darussalam,” ungkap Indri (37) salah satu emak yang ikut aksi.

Menurut Indri, sebelum aksi ini warga telah menegur dan melakukan musyawarah dengan pemilik toko serta tokoh agama setempat dua kali. Hasilnya, disepakati toko akan tutup setelah pergantian tahun baru.

Namun, pada Sabtu (6/1), toko tersebut kembali beroperasi. Hal itu memunculkan amarah warga yang semakin memuncak.

“Miras menyebabkan peminumnya kehilangan akal sehat, sehingga dapat mengakibatkan potensi tindak kriminal di wilayah Tambun Selatan, Normalisasi keberadaan toko miras tidak dapat diterima,” tambahnya.

Indri mengatakan pada malam pergantian tahun baru toko tersebut sangat ramai dikunjungi pembeli hingga dini hari.

Kondisi itu mengingkari kesepakatan yang telah dibuat oleh warga bersama pemilik toko miras dan para tokoh agama.“Pabriknya saja yang ditutup,” ujar Indri.

Aksi para emak-emak itu berlangsung selama 30 menit. Tidak ada kericuhan dalam aksi tersebut. Para emak-emak membubarkan diri masing-masing dan akan kembali aksi jika toko miras tersebut nekat beroperasi kembali. (Red)

Komentar