Sambal Varian Ikan “Camaru” Warga Depok ini Bikin Ketagihan?? Simak yoo Kisahnya

Daerah, Metropolitan, UMKM1856 Dilihat

Depok, beritajejakfakta.com – Hobi masak dan berjualan sudah menjadi naluri Susanti Setianingsih alias Anti warga Depok dalam menekuni dunia kuliner. Berbagai penghargaan pun diraihnya di tingkat Kota Depok dan Propinsi Jawa Barat (Jabar).

Tak ayal produk unggulannya Sambal merek “Camaru” makin dikenal dan banyak orderan. Sambal buatan ibu rumah tangga ini bikin ketagihan konsumen loh. Kisah suksesnya ternyata merintisnya dari nol, banyak suka dan dukanya pun kerap dialaminya.

Anti nama panggilannya yang biasa akrab disapa, merupakan warga Jalan Grogol Rt 04/Rw 01 No.35A Kelurahan Grogol Kecamatan Limo, Kota Depok.

Menurut Anti produk sambalnya ada beberapa variannya seperti Sambal ikan Roa dan Sambal ikan Patin, Sambal Cakalang dan Sambal Bawang semuanya sudah memiliki legalitas PIRT.

” Semua belajar otodidak dan resep mertua saya, karena saya hobi masak jadi keterusan. Bahan baku ikan roa, saya langsung pesan dari Gorontalo, Sulawesi Utara,” ungkap Anti.

Kisah pertamakali sambal roa nya dibuat, kata Anti saat dirinya ikut pelatihan Wirausaha Baru (WUB) dan Pelatihan Kemanan Pangan (PKP) di Dinas Industri dan Perdagangan Kota Depok.

Saya daftarkan produk yang tahan beberapa hari, di situ saya ada ide lagi yang tahan lama itu kan sambel. Nah di situlah saya daftarkan sambel tapi saya kasih varian ikan roa, jadilah Sambal Roa,” bebernya.

Sebelum menekuni produk sambal dengan varian aneka ikan, ternyata Anti sudah menjual aneka jajan pasar dan ayam penyet.

Ada cerita menarik dibalik muncul ide dibuatnya sambal ikan patin. Waktu itu, kata Anti, ia tertantang bagaimana caranya agar ikan patin tidak bau lumpur dan amis.

“Saya ditantang ikut kurasi olahan ikan patin dari dinas Perindustrian dan Perdagangan, karena saya suka tantangan saya ikut daftar lomba tersebut,” ungkap Anti, Kamis (22/4/2021).

” Saya pun mulai membuat sambal patin dan ikut kurasi. Saya menunggu info dari Dinas Indag selama satu minggu akhirnya saya dinyatakan lolos kurasi olahan ikan patin tingkat Jabar mewakili Kota Depok,” ucapnya.

Akhirnya Anti pun berhasil ke Bandung untuk ikut pameran dan lomba mewakili Kota Depok.

“Alhamdulillah saya ikut pameran selama 3 hari di Trans Studio Bandung dan sambal saya terjual hanya 2 hari sudah habis,” ujarnya.

Tak hanya sambalnya laris manis habis terjual semua, Anti pun menjadi juara harapan dua Tingkat Propinsi Jabar karena waktu itu perijinan PIRT nya belum ada.

Sekarang produk sambalnya semuanya sudah bersertifikat PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan sertifikasi Halal dan HAKI dalam proses perijinan.

Untuk itu, Anti percaya diri untuk memasarkan produk sambal Camaru di berbagai pameran, di media sosial, komunitas serta selalu bawa contoh produk ketika ada pertemuan.

Harapannya di saat ini, pandemi covid 19 segera berlalu agar dagangannya bisa ramai lagi karena pameran dan bazar jumlahnya terbatas.

” Namun kita harus tetap semangat berjualan dengan memanfaatkan jaringan medsos kita dan jangan pelit untuk memberikan produk untuk dicicipi relasi kita,” ungkap Anti optimis. (SF)

Komentar