Pasien Rujukan Klinik Bersalin Tewas di RS EMC Cibitung, Diduga Mal Praktek, dr Roka : Kami Sedang Lakukan Bedah Kasusnya

Headline, Hukrim, Nasional486 Dilihat

Kab Bekasi, beritajejakfakta.id -Pasien rujukan bernama RS (24) tewas di RS EMC Cibitung, korban mengalami pendarahan hebat pasca melahirkan dugaan sementara telah terjadi mal praktek yang terjadi di sebuah klinik persalinan di Cikarang.

Korban bernama RS(24) awalnya merupakan seorang pasien Klinik AS yang melahirkan anak pertamanya di Klinik AS yang beralamat di Gandamekar, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu (15/04/2024).

Pasien RS dirujuk ke RS EMC Cibitung karena klinik AS tidak sanggup menangani pasien yang mengalami pendarahan hebat pasca melahirkan.

Awak media kemudian mengkonfirmasi peristiwa tersebut ke management RS EMC Cibitung ditemui dr Roka selaku kepala Medis Rumah Sakit EMC Cibitung dan Emmi selaku Kepala Perawat, Jumat (17/05/2024).

Dokter Roka membenarkan RS EMC menerima pasien atas nama RS (24) dalam kondisi mengalami pendarahan dan dibawa dengan menggunakan mobil pribadi.

“Memang betul pihak Rumah Sakit EMC Cibitung mendapatkan rujukan pasien bernama RS (24) yang merupakan klinik rekanan kami. Tapi kami belum bisa memberikan keterangan terkait kronologis kematian pasien RS. Karena pihak management sedang melakukan bedah kasus terkait permasalahan ini. Kami mohon kepada rekan-rekan media untuk bersabar, ” ucapnya dr Roka.

Saat dikonfirmasi soal dugaan mal praktek yang terjadi pada pasien RS yang menyebabkan pasien mengalami pendarahan hebat, dr Roka mengatakan pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih jelas, tapi diirnya menyebutkan pasien datang ke RS EMC Cibitung dalam kondisi pendarahan.

dr Roka pun tidak bisa memberikan hasil bedah kasus yang sifatnya privasi ke publik kecuali kepada keluarga inti pasien.

“Kami akan memberitahukan penyebab kematian korban hanya melalui keluarga inti korban saja karena sesuai undang-undang kesehatan dan kode etik medis, ” ucap dr Roka.

dr Roka dan Emmi perwakilan dari RS EMC Cibitung

Lebih lanjut, dr Roka mengatakan pihak management akan meminta keterangan semua pihak di internal RS EMC Cibitung dan klinik AS serta yang berkaitan dengan penanganan pasien RS dari mulai datang sampai dinyatakan meninggal dunia.

“Nanti seluruh pihak yang terkait dari mulai pihak klinik , bidan yang menangani, pihak UGD, dokter yang menangani dan perawat yang menangani akan kami mintai keterangannya. Setelah itu semua rampung akan kami sampaikan ke keluarga inti korban,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan di media ini, Keluarga korban RS (24) mengaku sangat sedih dan terpukul atas kematian RS yang tewas mengenaskan usai melahirkan di klinik AS, Rabu (15/5/2024).

Paman korban berinisial S, mengaku sangat sock lantaran kematian ponakannya itu diduga mal praktek dan sampai saat ini tidak mendapatkan empati dan dukungan moral dari bidan atau pemilik klinik AS sejak kematian RS (24) secara tragis.

S menjelaskan kronologis kematian RS pasca melahirkan kepada awak media, Kamis (16/5/2024).

“Peristiwanya terjadi pada Rabu siang, saat ponakan saya RS melahirkan anak laki – laki nya secara normal. Proses persalinan berhasil, anak lahir dengan selamat namun ibu bayi mengalami pendarahan hebat pasca melahirkan,” jelas S.

Komentar