Jumlah Pasien Covid 19 di RSUD Kota Bekasi Tidak Tertampung sampai di Halaman Parkir

Nasional1720 Dilihat

Kota Bekasi, beritajejakfakta.com – Lonjakan angka penderita covid-19 di Kota Bekasi melonjak. Hal ini terlihat dari penuhnya ruang perawatan di RSUD Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi. Bahkan, tenda dari BPBD Kota Bekasi didirikan untuk mengantisipasi jumlah pasien yang membludak dalam beberapa hari ini.

Bahkan dalam video amatir yang beredar di Medsos terlihat, beberapa pasien tidak tertampung di dalam tenda tapi diluar tenda dan mobil bak terbuka.

“Triase ini sebenarnya ruang screaning, jadi pasien datang, ada yang punya pcr dan blm punya pcr, dan belum punya PCR inilah terscreaning disini dan kami menunggu hasil PCRnya,” ujar Direktur RSUD Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi dr Kusnanto pada Jumat (25/06).

Puluhan tenaga medis disiagakan di tenda yang menampung pasien covid namun jumlahnya tidak memadai. RSUD juga bekerjasama dengan rumah sakit swasta untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien.

Persediaan 265 bad dan ditambah 100 bad lagi namun penambahan tersebut dirasa belum mencukupi.

“Kita juga koordinasi juga dengan dinas kesehatan untuk bisa kita share rujukan ke luar rumah sakit Chasbullah abdulmajid, kita masih terus koordinasi dengan rumah sakit lainnya,” kata dr Kusnanto.

 

 

Ada 4 rumah sakit tipe D yang menjadi rumah sakit rujukan serta beberapa rumah sakit lain. Sedangkan ketersediaan oksigen di RSUD Kota Bekasi sendiri dikatakan Kunanto masih mencukupi untuk pasien Covid-19 yang ada.

“Tentunya oksigen adalah bagian dari sarana penunjang yang tidak boleh lepas dan kita insya Allah sudah siapkan oksigen untuk pasien-pasien yang menunggu di triase,” Kata Kusnanto.

Terlihat salah satu pasien bahkan harus di rawat di dalam mobil di halaman parkir RSUD. Hal ini dikarenakan penuhnya ruang perawatan di rumah sakit pemerintah tersebut.

“Dari 40 bed, ada 30 yang datang, artinya ini memang penuh,” imbuhnya.

Angka kematian yang terdapat di RSUD Kota Bekasi mencapai 8 persen dari total 600 pasien meninggal dalam seminggu.

“Kita di sini kan juga sebagai pemulasaraan jenazah, jadi tidak semuanya meninggal di sini,” pungkasnya.(SF)

Komentar