Faisal Basri: Anjloknya Rupiah Picu Kenaikan Harga, Waspada Krisis Ekonomi!

Aktivis 98 Melawan mengadakan diskusi publik dengan tema ‘Membongkar Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)

Jakarta, beritajejakfakta.id – Faisal Basri, seorang Ekonom Senior INDEF mengungkapkan dampak buruk anjloknya nilai tukar rupiah yang mencapai Rp16.400 per dolar AS, dengan kemungkinan menyentuh hingga Rp17.000.

Faisal menjelaskan bahwa saat nilai tukar rupiah berada di Rp15.000, kini naik menjadi Rp16.400, harga barang-barang impor juga naik.

Ia memberi contoh mi instan yang bahan bakunya 100 persen diimpor, akan mengalami kenaikan harga karena biaya impor yang lebih tinggi.

“Dulu rupiah Rp15 ribu, hari ini Rp16.400 katakanlah. Nah, kaliin aja, kan mi instan kita 100 persen diimpor. Gandumnya diimpor dengan cost Rp15 ribu. Sekarang Rp16.400, mi instan naik,” jelas dia dalam diskusi publik Membongkar Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Diponogoro 72 ,Jakarta Pusat, Rabu(26/06/ 2024).

Selain mi instan, gula juga mengalami kenaikan harga. Tahun lalu Indonesia mengimpor 5 juta ton gula dengan kurs Rp15.000.

Dengan kurs yang kini mendekati Rp17.000, harga gula yang semula HET-nya Rp12.500 bisa mencapai Rp20.000.

Comment

Back To Top