Di Masa Pandemi Mahasiswa Ubhara Jaya Bekasi Adakan KKN -PMD Bantu Branding UMKM Teluk Pucung di Medsos

Daerah, Pendidikan, UMKM1361 Dilihat

Kota Bekasi, beritajejakfakta.com – Mahasiswa semester enam Fakultas dan Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) Bekasi mengadakan Kuliah Kerja Nyata Proyek Pembangunan Desa (KKN -PMD) selama tiga bulan dari April – Juni 2021 di Koperasi UKM Mart Teluk Pucung.

Ada tujuh mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN-PMD 02 dengan ketuanya Erli Alifah Natasya Putri sedangkan enam anggotanya yaitu Marisa Witanti, Hasti Sekar Tiara, Khoirrun Nisa, Fatia Rahma, Fajria Asri Grahita dan Muhamad Suryana.

Tujuannya KKN ini untuk memenuhi mata kuliah Produksi Media Digital dan Perencanaan & Pemodelan Bisnis Rintisan selain itu mengembangkan UKM Mart serta meningkatkan ketahanan di bidang ekonomi yang dilakukan secara kelompok.

Kegiatan KKN PMD ini mengusung tema  Optimalisasi dan Pengembangan UMKM di Wilayah Kelurahan Teluk Pucung berbasis Media Digital dalam upaya meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial dibawah binaan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Fina Zahra S,Sn. M.A.

Para mahasiswa ini menilai pada masa pandemi saat ini berpengaruh di segala aspek kehidupan masyarakat seperti banyak terjadi PHK buruh, penurunan penjualan, jam kerja menjadi (part time) sehingga gaji yang didapat tidak seperti biasanya, hal ini menjadi ancaman bagi perekonomian nasional.

Hal ini menurut Erli berdampak pada kebiasaan aktivitas sehari – hari masyarakat yang berubah dan lebih banyak menggunakan fasilitas digital atau daring untuk bekerja, belajar dan membeli aneka kebutuhan sehari – hari.

” Oleh karena itu masyarakat perlu diberikan edukasi mengenai ketahanan ekonomi di masa pandemi melalui mengembangkan umkm dengan membangun bisnis online via media sosial seperti facebook, instagram dan TikTok sebagai alat digital marketing,” jelas Erli, Selasa (15/6/2021).

Dalam rangka membantu meningkatkan ketahanan dalam bidang ekonomi dan sosial, KKN-PMD mahasiswa Bhayangkara di wilayah Kelurahan Teluk Pucung membuat konten untuk media sosial dan sosialisasi tentang media digital yang dilaksanakan secara online via Zoom dengan peserta pelaku UMKM yang tergabung di Koperasi UKM Mart ataupun dari luar anggota koperasi.

Selain mengadakan zoom meeting , mereka juga mengadakan workshop sosialisasi tatap muka dengan tema “Pemanfaatan Media Gital dan Tips Menggunakan Media Sosial Instagram sebagai Media Marketing”, Mengoptimalkan Media Sosial Instagram, Mengenalkan UKM Mart kepada khalayak luas agar UMKM di Kota Bekasi berkembang di masa pandemi seperti ini.

“Beberapa program kerja yang dijalankan untuk membantu mempromosikan UKM Mart dengan cara membuat konten dan diupload di media sosial yang sudah dibuat oleh anggota KKN di Instagram, Facebook, dan TikTok,” beber Erli.

Dengan diadakannya kegiatan KKN diharapkan produk umkm yang terdapat di UKM Mart dapat lebih diketahui oleh masyarakat luas dan juga dapat bersama-sama mensupport umkm untuk membantu kesulitan sebagian umkm yang berada di ambang kritis dan merugi di masa pandemi ini.

“Kami juga berharap UKM Mart Teluk Pucung dapat terus berjalan dengan semestinya, dan Sosial Media Promosi tersebut dapat terus berjalan agar masyarakat luas mengetahui, terutama warga Teluk Pucung bahwa Kelurahan Teluk Pucung mempunyai UKM Mart dengan menyediakan berbagai macam produk umkm,” ungkapnya.

“Kami mengucapkan terimakasih atas bimbingan Bapak Rachmat Adiwibowo sebagai Koordinator Bidang Pengembangan Koperasi & UKM yang telah membantu kami menyelesaikan tugas kuliah , banyak sekali ilmu yamg kami dapat dan bermanfaat bagi kami dan khususnya para pelaku UMKM,” ucap Erli

Sementara Rachmat Adiwibowo berharap agar kami dapat membantu semua kegiatan yang ingin dilaksanakan oleh UKM dan membantu mempromosikan UKM Mart kepada masyarakat luas.

” Alhamdulillah , KKN kami berjalan lancar tidak ada hambatan yang berarti dan hasil dari capaian promosi melalui media sosial, UKM Mart lebih mudah ditemukan di platform media sosial manapun dari konten yang kami buat terutama pada konten tiktok. Kami membranding hingga direspon dengan komentar dari luar kota,” ucap Erli senang.

Kendala kata Erli hanya pada akun Facebook yang disebabkan karena adanya verifikasi yang mengharuskan menunggu selama beberapa minggu dan sebab itu facebook berjalan tidak maksimal. (SF)

Komentar