oleh

Andi Salim Mengaku Akan Laporkan Oknum Kader Golkar Kubu Ade Puspita ke Polda soal Keributan di Gedung Miliknya

-Headline, Politik-319 Dilihat

Kota Bekasi, beritajejakfakta.id – Andi Salim selaku pemilik Gedung DPD Partai Golkar Kota Bekasi mengaku marah dan tersinggung atas perilaku oknum kader Partai Golkar Kota Bekasi yang secara tiba – tiba memasuki gedung dan membuat keributan.

Hal ini terjadi usai dibukanya lagi Gedung DPD Partai Golkar Kota Bekasi oleh kubu Nofel Saleh Hilabi yang mengklaim sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Kamis (17/2/2022).

Saat itu Andi Salim bersama pendukung Nofel Saleh Hilabi berada di dalam gedung dan sedang makan siang, mengaku kaget dengan perilaku oknum yang menendang pintu dan memukul meja di depan Andi Salim.

Keributan pun terjadi di dalam gedung, pendukung Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi Ade Puspita Sari seperti Ikhsan Jamil, Monel, Dariyanto, Faizal, Rusman Fadillah dan Zainul Miftah dan lain – lain memprotes soal dibukanya gedung DPD Partai Golkar yang dinilai mereka masih dalam sengketa hukum.

Padahal menurut Andi Salim selaku pemilik gedung, dirinya secara lisan dan tertulis mengijinkan pihak Makhrul Falak dan kawan kawan untuk menggunakan Gedung DPD Partai Golkar Kota Bekasi untuk dijadikan posko pemenangan Erlangga Hartarto menjadi Presiden 2024.

“Saya saja sebagai pemilik mendukung dan memberi ijin untuk penggunaan gedung DPD Golkar buat posko pemenangan Golkar dan Airlangga jadi Presiden, lalu kenapa pula ada orang – orang dalam kubu Ade Puspita yang marah – marah keberatan dan ngusir ke luar,” ucapnya kesal.

Malah mengusir pengurus atau kader Golkar yang ingin memperbaiki dan membersihkan gedung untuk menjadikan posko pemenangan ingin di usir.

Ia pun akan menindaklanjuti perilaku oknum kader Partai Golkar yang telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan membuat keributan dengan gaya arogan.


” Saya akan melaporkan orang yang membuat keributan dan seakan akan mau menyerang saya, emang hak dia apa,” jelas Andi.

Apalagi sampai menerobos masuk yang kebetulan saya lagi makan dan mengejar saya lagi kedalam ruangan kantor dengan maksud ingin menyerang.
“Untung saja dilerai oleh beberapa kader namun sampai membentak – bentak dan kemudian memukul meja dan menendang pintu dengan diperlihatkan saksi.
“Saya mau tanya, emang gedung ini punya dia, sampai dia berhak menendang meja dan menendang pintu,” kata Andi kesal.
“Kalau dikatakan gedung ini milik kader atau milik DPD Golkar misalkan, mana buktinya, kan gitu, walupun ini gedung milik Golkar misalnya, bukan milik elu, bener gak  logika hukum Lo ya saya bicara,” bebernya 

“Kalau dia bilang, emang ini milik saya?, saya katakan ia karena saya punya buktinya dan saya pernah beli gedung ini,” ungkap Andi. (SF)

Komentar