oleh

AKMI Desak Kejari Usut Dugaan Kandang Kambing Sultan di Dinas Ketapang

Kota Bekasi, beritajejakfakta.id -Aksi Kesatuan Mahasiswa Bekasi (AKMI) mengeruduk pemkot dan kejaksaan negeri bekasi agar tindakan yang di lakukan oleh pejabat publik, politisi pegawai negeri atau pihak manapun serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan tersebut secara tidak wajar dan menyalahgunakan kepercayaan publik yang di kuasakan kepada mereka untuk mendapat keuntungan sepihak.

“Korupsi berarti kerusakan atau perbuatan tidak jujur yang dikaitkan dengan keuangan.

“Beberapa waktu silam sama – sama kita ketahui dengan kabar yang mengejutkan kepada masyarakat kota bekasi tentang penangkapan KPK di Pemkot dan menjadi momok bagi pemerintah kota bekasi,”ungkap Pangestu kepada awak media.

Aksi Demo AKMI

Lanjut Pangestu sebagai Korlap meminta kepada pemerintah kota bekasi dan menuntut : 

1.Copot kepala dinas ketahanan pangan,pertanian dan perikanan  (DKPPP) kota bekasi karena adanya dugaan Gratifikasi praktik KKN

  1. Mendesak kepada Plt Walikota bekasi Dr H Tri Adhianto Tjahyono untuk mencopot kepala dinas Ketapang
  2. Mendesak kepada pihak aparatur kejaksaan negeri (Kejari) kota bekasi untuk segera mengusut tuntas Dugaan adanya praktek KKN yang terjadi di ruang Lingkup SKPD Dinas ketahanan pangan,pertanian dan perikanan (DKPPP) Kota Bekasi.

Aksi Kesatuan Mahasiswa Bekasi (AKMI) akhirnya di terima oleh kasi intel Yadi Chayadi,adapun keluhan temen2 mahasiswa dan pemuda kota bekasi akan kita dalami dan mempelajari serta  mengkaji atas dugaan praktek KKN dalam pengadaan kandang kambing dan budidaya domba/kambing sultan”,Ungkapnya.

Kota Bekasi dihebohkan dengan anggaran fantastis yang diperuntukkan program pembuatan kandang kambing.

Program tersebut tercatat menggunakan Dana Insentif Daerah (DID) untuk pembuatan kandang sebanyak 100 kandang di 11 kecamatan se Kota Bekasi dengan nilai Rp1,9 miliar dan perlengkapan budidaya domba/kambing sebesar Rp 4.38 miliar.

Komentar